Saturday, April 04, 2015

Credit (Part II)

Ini melanjutkan postingan yang sempat aku tulis beberapa waktu yang lalu. Masih ada lagi beberapa tanaman yang sengaja aku taruh di halaman belakan/depan rumah demi membantu hobi memasak.
keluarganugraha.blogspot.com
Ada daun pandan wangi. Biasa dipakai untuk memasak bubur kacang hijau, bikin nasi uduk ataupun nasi kuning. Pohon ini tahan lama banget, sempat rimbun dan lebat sekali, sehingga terpaksa dikurangi agar tunas-tunas yang kecil tetap bisa tumbuh.
keluarganugraha.blogspot.com
Untuk lalapan, pepes ikan atau bikin sayur menir, ada 5 pot kemangi yang aku taruh di depan rumah.  Bibit kemangi aku bawa waktu mudik dari Lamongan beberapa waktu yang lalu. Daunnya juga lebat banget, sampai keluar bijinya dan aku tanam lagi untuk menggantikan pohon yang lama. Jadi ini kemangi musim kedua ceritanya.
keluarganugraha.blogspot.com
Di teras lantai dua ada pot yang kalo ditanami bunga mati terus, jadi dimanfaatkan untuk nanem cabe rawit. Bibitnya dari cabe yang gak layak konsumsi. Seperti juga cabe kriting dulu, cabe ini juga musiman, artinya tanamannya nggak ada sepanjang masa seperti halnya tanaman-tanaman lain yang pernah aku posting.
keluarganugraha.blogspot.com
Buahnya cukup lebat, beberapa bunganya baru nongol. Selain di teras lantai dua, ada juga yang ditanam di bawah. Tapi kalo yang ditanam di bawah belum muncul sama sekali bunganya. Padahal pohonnya udah besar banget. Cabangnya juga banyak.

Wednesday, April 01, 2015

Oleh-oleh dari Jakarta

Adikku yang di Jakarta melahirkan anak kedua pertengahan Maret kemaren. Berita gembira ini tentunya membuat ibu dan bapakku yang di Lamongan ingin segera menengok cucu barunya. Cucu beliau saat ini menjadi 8, dan dari 8 cucu tersebut yang cewek cuma 2. Salah satunya yang baru lahir ini. Beliau berdua berangkat naik kereta api dari Stasiun Jombang ke Stasiun Gambir.
Di Jakarta selama kurang lebih 5 hari, ibu dan bapak memutuskan untuk mampir ke Jogja, sekalian nengok keluarga lainnya. Beliau berdua berangkat naik kereta api juga dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Tugu. Begitu nyampe rumah, langsung deh bongkar oleh-oleh. Ternyata adikku nitip 2 makanan ini buat kami sekeluarga.
keluargamuslim.blogspot.com
Yang pertama adalah sambal ikan roa. Lohh...dari Jakarta kok oleh-olehnya nggak khas Jakarta? Never mind, yang penting enyaakkk. Sambal ini rasanya benar-benar josssss. Pedes, gurih, yang pasti enak banget deh. Dimakan sama nasi hangat, tanpa tambahan lauk lainnya aja udah mantap banget.
keluargamuslim.blogspot.com
Oleh-oleh kedua adalah abon ikan cakalang...ini juga bukan khas Jakarta. Kalau yang ini aku juga sering beli di Jogja, jadi enggak terlalu surprise. Sambal ikan roa itu..tu...yang bikin surprise banget. Semua suka kecuali si junior 2. Pedes banget soalnya. Sampe-sampe sambil bikin postingan ini harus sering-sering menahan air liur yang mau keluar. Hmmm...pedeeessssnyaaaaa.


Friday, March 27, 2015

Rendang

Ini salah satu menu yang disukai oleh semua anggota keluarga. Yang paling suka sih si Junior 1. Itu anak bisa nambah nasi terus kalo pake lauk rendang. Rendang ini aku bikin sendiri. Pake acuan bumbu yang aku googling. Yang pasti rasanya nggak kalah dengan rendang-rendang di rumah makan. Bumbunya diblender lalu langsung dicampur dengan daging dan diungkep di wajan. Jadi bumbunya nggak perlu ditumis.
keluargamuslim.blogspot.com
Kalau airnya hampir kering, aduk-aduk agar bumbu tidak lengket semua di dasar wajan dan tambahkan air secukupnya. Lakukan sampai daging empuk.
keluargamuslim.blogspot.com
Jika daging sudah empuk, tambahkan santan kental dan aduk-aduk terus hingga air kering. Rendang siap disajikan.
keluargamuslim.blogspot.com
Langsung bisa dimakan bersama nasi putih hangat. Rasanya gurih, pedes dikit dan berempah, serasa pingin nambah...nambah...dan nambah lagi. Bukan nasinya sih yang nambah. Tapi rendangnya, aliyas makan rendang tanpa nasi.

Thursday, March 26, 2015

Panen Jambu

Nama kerennya jambu jamaica. ada juga yang bilang jambu bol. Pohon buah ini kami beli 3 tahun yang lalu. Gosipnya buahnya bisa gede-gede...kata penjualnya. Sampai dengan saat ini sudah berbunga tiga kali. Bunga pertama rontok semua, aliyas nggak ada yang jadi buah. Bunga kedua banyak yang rontok juga, tapi alhamdulillah sebagian kecil jadi buah walaupun nggak besar-besar amat buahnya. Bunga ketiga eh....banyak sekali yang jadi buah. alhamdulillah lagi.
keluargamuslim.blogspot.com
Buah ketiga inilah yang sempat kita dokumentasikan. Buahnya agak lebih besar dari buah pertama. Rasanya kombinasi sepet dan manis, tapi lebih dominan manisnya. Layak dikonsumsi jika warnanya sudah merah kehitaman. Kalau masih merah seperti digambar atas, itu masih dominan sepetnya.
keluargamuslim.blogspot.com
Beberapa tetangga kecele, karena nyoba jambu ini ketika warnanya masih belum terlalu tua. "Kok masih sepet?" "Iya bu, kalo warnanya udah merah hati baru manis", "Lha kok ibu nggak ngomong", "Ntar dikira nggak boleh minta lagi..ha..ha..ha". Suami dan anak-anak juga cukup suka dengan buah ini. Sempet aku bawa ke kantor, suami mbawa ke kantor juga. Mau nunjukkin hasil kebon sendiri.